Kamis, 07 Maret 2013

Pengembangan Karier Pegawai


Dari pendapat para Pakar atau Ahli dibidang MSDM tentang pengembangan karier, berikut adalah definisi dari Pengembangan Karier.
·         Menurut Vithzal Rivai (2009 : 274 ) :
Pengembangan karir adalah proses peningkatan kemampuan kerja individu yang dicapai dalam rangka mencapai karir yang di inginkan.
·         Menurut T. Hani Handoko ( 2003 : 123 )
Pengembangan karir merupakan peningkatan pribadi yang dilakukan seseorang untuk mencapai suatu rencana karir.
·         Pengembangan karir adalah perubahan nilai-nilai, sikap dan motivasi yang terjadi pada seseorang, karena dengan penambahan/ peningkatan usianya akan menjadi semakin matang. Dari pengertian ini, focus pengembangan karir adalah peningkatan kemampuan mental, yang terjadi karena pertambahan usia. Perkembangan mental itu dapat juga berlangsung selama seseorang menjadi pekerja pada sebuah organisasi, yang terwujud melalui pelaksanaan pekerjaan yang menjadi tugas pokoknya.
·         Pengembangan karir adalah suatu usaha dilakukan secara formal dan berkelanjutan dengan difokuskan pada peningkatan dan penambahan kemampuan seorang pekerja.
Dari definisi diatas, maka dapat disimpulkan bahwa pengembangan karir merupakan suatu proses dalam peningkatan dan penambahan kemampuan seseorang karyawan yang dilakukan secara formal dan berkelanjutan untuk mencapai sasaran dan tujuan karirnya.
Pengembangan karir merupakan tanggung jawab suatu organisasi yang menyiapkan karyawannya dengan kualifikasi dan pengalaman tertentu, agar pada waktu yang dibutuhkan organisasi sudah memiliki karyawan dengan kualifikasi tertentu. Jadi yang dilakukan karyawan adalah bekerja sebaik mungkin, mengikuti semua pelatihan yang diberikan, menunggu kesempatan kenaikan jabatan dan biasanya menurut saja menduduki jabatan yang ditawarkan oleh perusahaan.
Pengembangan karir pada umumnya berupa kenaikan karier secara vertikan dari satu jenjang pekerjaan tertentu ke jenjang berikutnya. Jadi seseorang diharapkan mendalami suatu bidang pekerjaan tertentu kemudian menduduki jabatan manajerial.
Dari berbagai bentuk dari pengembangan karir, yang dapat kami sebutkan dari berbagai sumber, ialah
·      Pendidikan dan Pelatihan
Pendidikan dan Pelatihan merupakan usaha meningkatkan kemampuan kerja yang dimiliki karyawan dengan cara menambah pengetahuan dan keterampilannya. Pendidikan menekankan pada penekanan keahliah teoritis, konseptual, dan moral karyawan. Sedangkan pelatihan lebih menekankan pada peningkatan keterampilan teknik pelaksanaan karyawan. Pelatihan yang diberikan kepada karyawan operasional, sedangkan pendidikan diberikan pada karyawan manajerial.
·      Mutasi/Transfer
Mutasi atau yang dkenal dengan mutasi personal diartikan sebagai perubahan posisi/jabatan/pekerjaan tempat kerja dari seorang tenaga kerja yang dilakukan baik secara vertikal maupun horisontal. Mutasi secara vertical mengandung arti bahwa tenaga kerja yang bersangkutan dipindahkan pada posisi/jabatan/pekerjaan yang lebih tinggi dari sebelumnya, yang biasanya diikuti dengan perubahan dari wewenang dan tanggung jawabnya, status, kekuasaan, dan pendapat baik ke tinggi yang lebih tinggi maupun tinggkat yang lebih rendah. Mutasi Vertikal terdiri atas
a.         Promosi, Suatu Promosi diartikan sebagai perubahan posisi/jabatan dari tingkat yang lebih rendah ketingkat yang lebih tinggi. Perubahan ini biasanya akan di ikuti dengan meningkatnya tanggung jawab, hak serta status sosial seseorang.
b.         Demosi, Merupakan suatu bentuk mutasi vertikal yang berupa penurunan pangkat/posisi/jabatan pekerjaan ke tingkat yang lebih rendah.
c.         Penangguhan Kenaikan Pangkat, penangguhan kenaikan pangkat terjadi sebagai akibat dari ketidak mampuan seorang tenaga kerja melaksanakan tugas dalam jabatannya, karena pelanggaran disiplin, atau terkena hukuman pidana.
d.        Pembebastugasan, pembebasan tugas atau lebih dikenal dengan skorsing merupakan bentuk mutasi vertikal yang dilakukan dengan membebastugaskan seorang tenaga kerja dari psoisi/jabatan didalam pekerjaannya, akan tetapi masih memperoleh pendapatan secara penuh.
e.         Pemberhentian, pemberhentian atau retiring merupakan bentuk mutasi vertikal yang paling akhir berupa pemberhentian seorang tenaga kerja dari pososo/jabatan didalam pekerjaannya, yang sekaligus diikuti dengan pemutusan hubungan kerja dan pemberhentian pembayaran pendapatannya (upah/gaji)
Sedangkan mutasi horisontal mengandung arti terjadinya perubahan jabatan/posisi namun dalam level/tingkatan yang sama, yang berubah hanyalah bidang tugas atau areal tempat tugasnya, di ikuti dengan eprubahan tingkat wewenang dan tanggung jawabnya, status, kekuasaan dan pendapatannya. Mutasi horisontal terdiri atas
a.         Job Rotation, Suatu job rotation atau perputaran jabatan merupakan suatu bentuk mutasi personal dengan tujuan antara lain untuk menambah pengetahuan seseorang tenaga kerja dan menghindari terjadinya kejenuhan. Bentuknya adalah tour of area, tour of duty, dan rehabilitasi. Dan mutasi ini kebanyakan atas kehendak/keinginan tenaga kerja yang bersangkutan.
b.         Production Transfer, suatu bentuk mutasi horisontal yang ditujukan untuk mengisi kekosongan pekerja pada suatu posisi/jabatan tertentu yang harus segera diisi agar kontinusitas produksi dan pengingkatannya dapat terjamin. Mutasi ini banyak terjadi atas prakarsa organisasi sendiri, misal karena alasan untuk meningkatakan produktivitas, reorganisasi, dan alasan lainnya.
c.         Replacement Transfer, suatu bentuk mutasi horisontal yang ditujukan untuk mempertahankan tenaga kerja yang berpengalaman dengan cara mengganti pekerja yang baru.
d.        Remedial Transfer, merupakan bentuk mutasi horisontal yang bertujuan untuk menempatkan seorang tenaga ekrja pada jabatan yang sesuai dengan kondisi kerja yang bersangkutan.
Dari pemaparan diatas, kesempatan untuk mengembangkan karier didalam organisasi/perusahaan mempunyai dasar-dasar tertentu mengapa jabatan yang diduduki bisa berubah kejabatan lainnya, entah naik ataupun turun. Dasar-dasar dari tersebut adalah
·      Kecapakan kerja dari tenaga kerja tersebut, dimana kecakapan kerja apabila meningkat pasti akan menignkat juga jabatannya. Apabila kecakapannya belum mencukupi, pasti organisasi/perusahaan tersebut memberi pelatihan agar kecakapan tersebut bisa membaik.
·      Senioritas dari sebuah organisasi/perusahaan, dimana senioritas ini lebih banyak berdominan sebagian besar di wilayah kita ini. Senior dianggap lebih mempunyai kecakapan yang lebih banyak dari pada junior. Tetapi menurut kami kecakapan senioritas belum tentu labih baik dari pada junior nya.
·      Sistem kecakapan dan senioritas, mungkin didalam dasar ini lebih baik dari pada yang diatasnya. Dimana senior dan mempunyai kecakapan yang lebih tinggi akan mendapatkan jabatan yang tinggi, karena senior lebih tau bagaimana yang akan dilakukan didalam sebuah organisasi/perusahaan tersebut.
Pengembangan karir seharusnya tidak hanya tergantung pada usaha individu saja, karena tidak selalu sesuai dengan kepentingan organisasi. Petinggi organisasi tersebut haruslah mendesai program dalam mengembangkan karir para pegawainya,  setiap organisasi  harus menyusun perencanaan karir, pengarahan, dan pengembangan. Dalam perencanaan karir, adalah suatu proses yang dapat ditempuh oleh seseorang karyawan untuk memilih sasaran karir dan jalur yang dapat dilalui untuk sampai ke sasaran tersebut.
Didalam pengarahan, organisasi tersebut harus menyelenggarakan konseling karir, agar tenaga kerja mampu mendapat pengarahan kemana akan melangkah dalam organisasi tersebut, dan tenaga kerja tersebut dapat mengetahui informasi apa yang terdapat dalam organisasi tersebut, dan ada pengumuman apa tentang pengembangan karir para pegawai.Dalam fase pengembangan tenggang waktu yang diperlukan pekerja untuk persyaratan yang memungkinkannya melakkan gerak dari suatu posisi ke posisi lain yang menginginkannya, kegiatan tersebut antara lain,
·      menyelenggarakan system mentor
·      pelatihan
·      rotasi jabatan
·      program beasiswa/ikatan dinas


Dari pengembangan karir pegawai, mempunyai tujuan dan manfaat yang dicapai oleh organisasi maupun individu (pekerja), antara lain
·      Membantu pencapaian tujuan individu dan perusahaan.
·      Menunjukkan hubungan kesejahteraan karyawan, yang artinya perusahaan merencanakan karir karyawan dengan meningkatkan kesejahteraannya agar karyawan lebih tinggi loyalitasnya.
·      Membantu karyawan menyadari kemampuan potensi mereka, pengenmabangan karir membantu menyadarkan karyawan akan kemampuan untuk menduduki suatu jabatan tertentu sesuai dengan potensi dan keahliannya.
·      Memperkuat hubungan antara karyawan dan perusahaan.
·      Membuktikan tanggung jawab sosial, cara ini menciptakan iklim kerja yang positif dan karyawan menjadi lebih bermental sehat.
·      Membantu memperkuat pelaksanaan program perusahaan.
·      Menggiatkan analisis dari kesleuruhan karyawan.
·      Menggiatkan suatu pemikiran jarak waktu yang panjang, hal ini karena penempatan suatu posisi jabatan memerlukan persyaratan dan kualifikasi yang sesuai dengan posisinya.
Pengembangan akrir juga pada dasarnya memiliki manfaat yang hampir sama dengan apa yang dikemukakan diatas, namun manfaat pengembangan ini ada kekhususan karena sudah menyangkut kegiatan pendidikan dan latihan.

Reaksi:

0 komentar:

Poskan Komentar